mau beli bukunya klik disini
Di Negeri di Ujung
Tanduk
Kehidupan semakin
rusak,
bukan karena orang
jahat semakin banyak,
tapi semakin
banyak orang yang memilih untuk tidak peduli lagi.
Di Negeri di Ujung
Tanduk
Para penipu menjadi
pemimpin, para pengkhianat menjadi pujaan,
bukan karena tidak ada
lagi yang memiliki teladan, tapi mereka memutuskan menutup mata dan memilih
hidup bahagia sendirian.
Tapi di Negeri di
Ujung Tanduk
setidaknya, kawan,
seorang petarung sejati akan memilih jalan suci,
meski habis seluruh
darah dibadan, menguap segenap air mata,
dia akan berdiri
paling akhir, demi membela kehormatan.
Sekuel Negeri Para
Bedebah – Anugerah pembaca Indonesia 2012
mau beli bukunya klik disini
Sumber resensi :
Novel ini merupakan
sekuel dari buku “Negeri Para Bedebah” karya Tere Liye. Dalam buku sebelumnya
membahas borok kapitalisme, kali ini ia mengupas kebobrokan demokrasi. Tere
Liye mampu membawa emosi dan imajinasi pembaca dengan aksi – aksi Thomas dalam
menghadapi musuh – musuhnya dimulai dari kejar kejaran tembak – tembakan, pukul
– pukulan, bakar – bakaran.
Seperti kalimat yang
di caver belakang “
“Para penipu
menjadi pemimpin, para pengkhianat menjadi pujaan, bukan karena tidak ada lagi
yang memiliki teladan, tapi mereka memutuskan menutup mata dan memilih hidup
bahagia sendirian.”
Sobat, ketika anda membaca novel ini, anda akan
heran karena pada pembukaannya diceritakan duaorang petarung tinju yang sedang
mempertaruhkan harga dirinya sebagai pemenang.
“Meski habis
seluruh darah dibadan, menguap segenap air mata,
dia akan berdiri
paling akhir, demi membela kehormatan”
Gimana Sobat?? ..
masihh semangat kan untuk baca ??
Novel Negeri
di Ujung Tanduk “ Karya Tere Liye “ mengisahkan perjuangan seorang
lelaki yang sedang berusaha untuk melepaskan dirinya dari buronan karena dia
terbukti tidak bersalah. Oiiaa Sobatt cerita ini terdapat beberapa Alur Tempat
Lho??.. di Bali, Jakarta, dan beberapa tempat lainnya dan masalah – masalah
yang sedang dihadapi dinegeri ini sedikit disinggung.
Kalimat ini memang
benar “ Kehidupan semakin rusak bukan karena orang jahat semakin
banyak, tetapi semakin banyak orang yang memilih tidak peduli lagi.”
Sobatt, kalian pernah
mendengar nama Thomas?? … Thomas adalah tokoh utama dalam cerita ini, Thomas
digambarkan sebagai sosok laki – laki dengan style khasnya, tampan, rapi, dan
balutan eksekutif muda yang cerdas dan berpengaruh tetap melekat padanya.
Sebagai seorang konsultan politik tentu da sering bertemu dengan kliennya dan
berusaha mendukung partainya.
Novel “ Negeri
di Ujung Tanduk “ ini menyinggung masalah – masalah yang sedang
terjadi di tanah air seperti kasus korupsi Bank Century. Dulu Thomas menjadi
konsultan ekonomi, sekarang merambah ke dunia politik yaitu konsultan bidang
politik.
Konflik semakin karena
klien Thomas yang merupakan mantan walikota yang ingin menjadi gubernur ibulota
kini di tangkap karena terkait kasus korupsi. Ada istilah – istilah asing yang
seperti breaking news yang sudah bertahun – tahun dipakai wartawan, pengamat
politik, komentator hukum, hingga orang awam. Dalam novel iniThomas mengakui
sebagai orang pertama yang menemukan istilah breaking news.
Penulis menginginkan
pembaca melihat pada imaji tentang kehidupan realita di tanah air. Seperti
kasus yang sedang terjadi diarahkan pada konvensi sebuah partai besar yang
beberapa waktu lalu tokoh-tokohnya terjerah kasus Hambalang dan Wisma Atlet.
Setahun sebelumnya,
setelah kasus penyelamatan Bank Semesta, dalam penerbangan menuju London,
Thomas bertemu JD, mantan wali kota dan gubernur yang dikenal sebagai figur
muda yang sederhana dan bersih. Pertemuan itu menjadi momen penting dalam hidup
Thomas. Percakapan dengan JD menginspirasi Thomas untuk terlibat dalam
dunia politik.
Dalam sosok JD Thomas
menemukan jawaban dari pertanyaan yang melindap dalam benaknya terkait sosok
politikus dengan kemuliaan dan kelurusan hati bak Gandhi atau Nelson Mandela.
Maka, Thomas pun menawarkan diri menjadi konsultan strategi demi mewujudkan
penegakan hukum yang dikehendaki JD. Dan karena presiden merupakan pemilik
komando tertinggi bagi penegakan hukum di Indonesia, cita-cita JD hanya bisa
direalisasikan dengan menjadi presiden.
Menjelang konvensi
partai yang akan mengumumkan secara resmi kandidat presiden dari partai yang
menominasikan JD, mendadak terjadi terjadi peristiwa yang tidak diantisipasi
Thomas sebelumnya. Terjadi ekskalasi besar-besaran dari peserta konvensi yang
ditandai dengan manuver raksasa yang dilakukan pihak lawan JD. Situasi yang
berkembang tidak terduga itu membuat JD meminta Thomas yang berada di Hong Kong
untuk kembali ke Jakarta. Tapi sebelum Thomas meninggalkan Hong Kong, seusai
konferensi mengenai komunikasi dan pencitraan politik, ia ditangkap satuan
khusus antiteror otoritas Hong Kong. Di dalam kapal yang digunakan Opa dan
Kadek menjemput Thomas di Makau, ditemukan seratus kilogram bubuk heroin serta
setumpuk senjata api dan peledak. Tidak ada hipotesis lain yang terbentuk di
benak Thomas selain bahwa kejadian ini adalah salah satu agenda serius yang
dijalankan pihak lawan JD. Ditahannya Thomas di Hong Kong, membuat ia tidak
bisa hadir di konvensi partai. Untunglah ada Lee, pengusaha Hong Kong yang
dikalahkannya dalam pertarungan di Makau. Lee berhasil meloloskan Thomas dan
mengatur perjalanan pulang Thomas ke Indonesia. Setibanya di Jakarta, Thomas
disambar berita penangkapan kliennya. JD ditetapkan sebagai tersangka korupsi
megaproyek tunnel raksasa selama menjabat sebagai gubernur ibu kota.
Penangkapan itu tak pelak lagi disinyalir Thomas sebagai upaya pembunuhan
karakter untuk mencemarkan reputasi cemerlang JD. Kemungkinan besar, JD akan
didiskualifikasi dari kandidat calon presiden partai.
Maka sebelum
notifikasi pelariannya dari Hong Kong menyebar ke seluruh jaringan interpol
dunia dan menobatkannya menjadi buruan internasional, Thomas harus bergerak
cepat memperjuangkan nasib kliennya. Ia harus pergi ke Denpasar untuk melakukan
konsolidasi para pendukung JD. Tapi hal itu pun tetap tidak mudah. Karena
seperti dugaan Thomas, ada kelompok yang disebutnya sebagai mafia hukum,
bergerak di belakang setiap kejadian itu.
Apakah Thomas bisa
menghadiri konvensi partai dan mengembalikan kepercayaan semua pendukung JD?
Udah dari pada
penasaran mending beli dan segera baca aja Novel nya yha Sobat …
Novel “Negeri di Ujung
Tanduk” menarik untuk dibaca karena terdapat sentuhan politik yang dituangkan
dalam kata-katanya. Kalimat-kalimat yang pilih pun menarik dan mengalir begitu
saja. pembaca seakan disuguhkan kejadian yang benar-benar terjadi dalam
kehidupan. Belum lagi aksi heroik yang dilakukan Thomas bersama temannya,
membuta pembaca hanyut dalam situasi yang terjadi.
mau beli bukunya klik disini
Tere Liye ingin
menyampaikan bahwa penegakan hukum di tanah air, Indonesia memang masih sangat
lemah. Hal ini terbukti dari berbagi kasus korupsi yang terjadi hingga
berlarut-larut belum juga tuntas. Dan lagi fasilitas penjara yang membedakan
orang-orang yang melakukan korupsi dengan yang tidak. Orang-orang yang
melakukan korupsi seperti Om Liem, Paman Thomas, memiliki fasilitas penjara
yang tidak layak untuk disebut penjara. Om Liem terjerat kasus korupsi dan
dijadikan tersangka korupsi. Kehidupannya cukup enak di dalam penjara karena
apapun yang dia inginkan sudah tersedia. Kita terlalu sibuk dengan urusan
masing-masing sehingga tidak memperdulikan lagi hal-hal sepele yang akan
berakibat buruk ke depannya. Tere Liye mengibaratkan bahwa negeri ini sedang
berada di ujung tanduk. Dia tidak menyebutkan negeri ini di mana, namun di
dalam ceritanya dia menyebutkan kita Jakarta dan Bali. Memang ini merupakan
refleksi dari kehidupan kita.
Untuk itu mulailah
dengan peduli dengan sesama karena rasa kepedulian saat ini mulai menghilang
dari masyarakat. Hal kecil yang kadang terabaikan bisa merubah masa depan.
begitu juga dengan politik yang tidak pernah ada habisnya jika dibahas. Bahkan
sekarang ini politik tidak segan untuk ‘membunuh’ sesama, saling membodohi, dan
memperbudak.
mau beli bukunya klik disini

Tidak ada komentar:
Posting Komentar